Simulator NASA Membantu Ilmuwan Menjelaskan Misteri Tata Surya

Sains  
Ilustrasi planet Venus dan molekul fosfin, terdiri dari satu fosfor dan tiga atom hidrogen. Fosfin dianggap sebagai bioindikator, yaitu kemungkinan indikator aktivitas biologis. Kredit: Danielle Futselaar
Ilustrasi planet Venus dan molekul fosfin, terdiri dari satu fosfor dan tiga atom hidrogen. Fosfin dianggap sebagai bioindikator, yaitu kemungkinan indikator aktivitas biologis. Kredit: Danielle Futselaar

ANTARIKSA -- Bahkan di halaman belakang kosmik kita, tata surya, masih banyak pertanyaan yang menunggu jawabannya. Di Venus ada formasi yang mirip dengan gunung berapi, tetapi tidak diketahui apakah mereka aktif. Permukaan Mars menunjukkan bahwa pernah ada lautan luas, tetapi bagaimana menghilangnya masih belum jelas.

Di sisi lain, deteksi terbaru dari senyawa kimia yang mungkin menunjukkan adanya aktivitas biologis di Mars dan Venus (biosignatures), membuat pencarian kehidupan di luar Bumi tetap menantang. Jawabannya mungkin terletak pada analisis cahaya yang mencapai kita dari planet-planet ini, melalui 'sidik jari' atau jejak yang ditinggalkan molekul dalam spektrum cahaya itu.

Dalam studi yang saat ini diterbitkan di Jurnal Atmosfer, para peneliti dari Institut Astrofisika dan Ilmu Antariksa (IA) Universitas Lisbon, Portugal, membandingkan simulasi yang diperoleh melalui simulator spektrum planet, Planetary Spectrum Generator (PSG), dengan pengamatan cahaya inframerah dari planet Venus, Mars, dan Jupiter.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Menggunakan PSG yang dikembangkan oleh NASA, tim ini dapat menjelaskan hasil beberapa pengamatan. Mereka menyimpulkan bahwa simulator ini adalah alat yang efektif untuk mempelajari kelimpahan senyawa kimia yang ada dalam jumlah kecil di atmosfer Mars.

Salah satu senyawa kimia yang dianalisis, metana, dapat berasal dari aktivitas biologis dan proses geologis. Itu sebabnya, keberadaannya yang sulit dipahami di Mars. Keberadaanya pernah terdeteksi oleh pesawat ruang angkasa Mars Express, namun tidak terdeteksi oleh pesawat ruang angkasa ExoMars TGO sehingga menjadikannya tetap misterius.

"Dengan memvariasikan parameter simulasi, kami dapat menjelaskan deteksi dan non-deteksi metana di Mars dan memahami kondisi dan lokasi di mana itu terjadi. Ini merupakan langkah penting untuk memperjelas hubungan metana di Mars dengan kemungkinan adanya kehidupan," kata Pedro Machado, rekan penulis studi ini.

Hal lain yang tidak diketahui di planet merah, yang juga sangat menarik bagi bidang ilmiah pencarian kehidupan di luar Bumi (astrobiologi), adalah nasib sebagian besar airnya. Bukti menunjukkan air pernah mengalir berlimpah di planet ini, dan sebagian besar belahan dataran utara pernah menjadi lautan luas. Faktanya saat ini, Mars adalah gurun es.

Bukti geologis di Mars yang menunjukkan keberadaan air cair di masa lalu. Kredit: NASA
Bukti geologis di Mars yang menunjukkan keberadaan air cair di masa lalu. Kredit: NASA

"Mengetahui rasio antara dua varian hidrogen, isotop deuterium dan hidrogen sederhana, membantu kita memahami evolusi temporal air di Mars. Deuterium adalah atom hidrogen berat, intinya mengandung satu neutron lagi. Jadi air, H2O, dibuat dari atom deuterium dan atom hidrogen, HDO, lebih berat dan akan lebih sulit keluar ke luar angkasa," kata Joao Dias, penulis utama studi ini.

"Perbandingan rasio ini dilakukan pada tingkat global dan lokal di Mars. Mungkin dengan penelitian ini, memberi kita informasi berharga tentang nasib air Mars."

Yang juga termasuk dalam penelitian ini adalah fosfin yang dapat diproduksi secara spontan di lingkungan bertekanan dan bersuhu tinggi dengan adanya dua unsur kimia yang menyusunnya, fosfor dan hidrogen. Menurut Pedro Machado, proses inilah yang terjadi di Jupiter, dengan fosfin menjadi salah satu penyebab adanya pita warna-warni di atmosfer raksasa gas tersebut.

"Tetapi di planet berbatu seperti Bumi, di mana kondisi ekstrem ini tidak ada, kehadirannya dikaitkan dengan aktivitas biologis," kata Machado.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

- angkasa berdenyut dalam kehendak -

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image