Amerika Ketar-ketir, Astronotnya Terancam Ditinggalkan Soyuz Rusia di ISS

Politik  
Astronot NASA Mark Vande Hei sedang berjalan di luar angkasa. Gambar: Randy Bresnik/NASA
Astronot NASA Mark Vande Hei sedang berjalan di luar angkasa. Gambar: Randy Bresnik/NASA

ANTARIKSA — Sebuah video yang diposting di Telegram pekan lalu menimbulkan kecemasan tentang status astronot NASA di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Dibagikan oleh NASA Watch pada Sabtu, 5 Maret 2022, video yang diposting kantor berita di Rusia, RIA Novosti menunjukkan astronot NASA, Mark Vande Hei, tertinggal di ISS. Padahal, dia dijadwalkan berangkat ke Bumi dengan pesawat ruang angkasa Soyuz Rusia.

Video itu terkait dengan hubungan yang memanas antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia akhir-akhir ini terkait serangan di Ukraina. AS telah menjatuhkan sanksi ekonomi yang berat bagi Rusia dan menggalang dukungan kepada negara lain untuk melakukan hal yang sama.

Sanksi yang meluas hingga ke Eropa kemudian ditanggapi Rusia dengan berbagai cara, salah satunya membatalkan semua peluncuran Roket Soyuz untuk misi antariksa negara terkait. Direktur Jenderal Badan Antariksa Rusia (Roscosmos), Dmitry Rogozin juga telah mengancam mengakhiri kerja sama dengan AS, termasuk kemitraan di ISS.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Rogozin mengatakan dalam wawancara TV Rusia pada 26 Februari bahwa para profesional yang bekerja di industri luar angkasa sangat khawatir tentang sanksi terhadap Rusia. Sebab, mereka tidak tahu ke mana ujungnya.

Beberapa sumber media menafsirkan video astronot Vande Hei yang tertinggal dan komentar Rogozin menunjukkan Roscosmos mungkin benar-benar berencana meninggalkan Vande Hei atau melakukan hal lain di ISS. Namun, menurut Space.com,
kekhawatiran itu tampaknya berlebihan, mengingat NASA telah menekankan kemitraan ISS berlanjut seperti biasa. Rogozin sendiri baru-baru ini mengatakan Vande Hei akan pulang sesuai rencana, mengabaikan cerita 'histeris' yang menunjukkan sebaliknya.

Vande Hei akan memecahkan rekor Amerika untuk manusia terlama yang tinggal di luar angkasa dalam satu misi. Rekor itu saat ini dipegang oleh astronot NASA Scott Kelly, yang menghabiskan 340 hari di orbit pada tahun 2015 dan 2016.

Vande Hei dijadwalkan meninggalkan ISS dengan pesawat antariksa Soyuz pada 30 Maret nanti bersama dua kosmonot Rusia, Anton Shkaplerov dan Petr Dubrov. Mereka akan mendarat di Kazakhstan.

Administrator Asosiasi NASA untuk operasi ruang angkasa, Kathy Lueders, akhir bulan lalu mengatakan, NASA sedang mencari fleksibilitas operasional dalam menangani Roscosmos. Badan Antariksa Amerika itu masih mengharapkan Vande Hei turun seperti yang direncanakan dan kemudian terbang pulang ke Houston melalui prosedur normal.

"Para pejabat bersiap-siap untuk Mark (Vande Hei) kembali, dan semua operasi normal telah dilakukan agar kita dapat melakukan itu," kata Lueders selama konferensi pers 28 Februari 2022.

Ketika Vande Hei turun ke Bumi, tim personel NASA dan dokter AS akan siap membantunya kembali ke Houston. Di sana, Vande Hei akan berdiskusi dan memulai waktu pemulihan medisnya, yang akan memakan waktu berbulan-bulan karena terpapar lingkungan gayaberat mikro sejak April 2021.

NASA juga dikatakan sudah membuat cadangan untuk fungsi utama ISS. Misalnya, pesawat antariksa Northrop Grumman Cygnus yang sudah berlabuh di ISS diharapkan melakukan reboost operasional ISS. Reboost selama ini dilakukan oleh Rusia menggunakan pesawat ruang angkasa kargo Progress. Reboost dilakukan secara berkala untuk memastikan ISS tidak ditarik oleh atmosfer bumi.

Kedua sisi stasiun antariksa, Rusia dan Amerika, memang sangat terkait. Rusia menyediakan tenaga penggerak untuk seluruh kompleks, sementara Amerika menyediakan daya listrik. Saat menanggapi sanksi AS dan Eropa, Rogozin juga sempat mengancam menghentikan operasi Rusia di ISS.

"Apakah Anda ingin menghancurkan kerja sama kita di ISS?" tulis Rogozin di Twitter menanggapi sanksi terhadap industri Rusia yang diumumkan oleh Presiden AS Joe Biden. "Jika Anda memblokir kerja sama dengan kami. Siapa yang akan menyelamatkan ISS dari deorbit yang tidak terarah hingga berdampak pada wilayah AS atau Eropa? Ada juga kemungkinan dampak dari 500 ton konstruksi di India atau Cina. Apakah Anda ingin mengancam mereka dengan prospek seperti itu?"

Namun, mengingatkan kebutuhan ISS yang harus dipasok Rusia, pemutusan kemitraan oleh Roscosmos tidak akan terjadi dalam waktu dekat, melainkan mulai tahun 2024. AS menyediakan alternatif Cygnus untuk menggantikan Rusia, dan SpaceX juga disebut telah menawarkan layanan itu juga. Baca: Tak Tahan dengan AS, Roscosmos Rusia Ancam Tinggalkan NASA di ISS.

Sumber: Space.com

Artikel terkait:

- Sanksi Rusia, ESA Sebut Misi ExoMars Batal Tahun Ini

- Inggris Melarang Ekspor terkait Ruang Angkasa ke Rusia

- Hubungan Roscosmos dan NASA Semakin Memanas, Perang Kata-Kata di Twitter

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

- angkasa berdenyut dalam kehendak -

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image