Sains

Kapan dan Bagaimana Matahari akan Hancur? Begini Kata Ilmuwan

Matahari suatu hari nanti akan menyebabkan kehancuran bumi. Gambar: Aphelleon melalui Getty Images

ANTARIKSA -- Semua yang ada di alam semesta ini akan mati. Begitu pula matahari.

Matahari memberikan energi kepada kehidupan di Bumi. Tanpa matahari, kita tidak akan ada di sini. Namun, bahkan bintang memiliki batas umur terbatas, dan suatu hari nanti matahari kita akan mati.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Menurut ilmuwan, mesin fusi yang bergolak menghidupkan matahari, dan masih banyak bahan bakar yang tersisa - sekitar cukup untuk 5 miliar tahun. Menurut perkiraan ilmuwan, Matahari akan mulai mati dalam kurang lebih 5 miliar tahun ketika bahan bakarnya habis.

Dalam artikel di website Space.com, Fisikawan Frederick C. Bruhweiler menjawab beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan tentang kematian matahari dan apa artinya bagi tata surya kita. Dia adalah Fisikawan Peneliti, Institut Ilmu Antariksa Terpadu & Teknologi, Departemen Fisika, Universitas Amerika.

Saat ini adalah peneliti utama dalam beberapa proyek penelitian yang didanai oleh NASA. Frederick mengatakan Matahari akan mengakhiri hidupnya sebagai sebuah katai putih.

Katai putih adalah bintang mati yang telah menghabiskan semua bahan bakar nuklir yang mampu dibakarnya. Sebagai katai putih, matahari akan perlahan-lahan mendingin dan memudar ke suhu yang lebih rendah dan lebih rendah.

"Ini adalah keadaan akhir bintang-bintang massa rendah, termasuk matahari," ucap dia.

Meskipun matahari memiliki volume sejuta kali lipat Bumi, katai putih hanya sekitar seukuran Bumi kita. Sebagian besar katai putih akan terdiri dari sebuah keadaan materi ultradens yang disebut materi degenerasi elektron. Ini adalah keadaan di mana semua elektron berada dalam keadaan energi terendah mereka.

Matahari kita sebagai katai putih akan memiliki inti yang sebagian besar terdiri dari karbon dan oksigen, yang merupakan sisa-sisa hasil pembakaran helium. Di sekitar inti ini akan ada lapisan tipis helium, yang akan menjadi sisa pembakaran helium.

Lapisan luar akan mengandung lapisan tipis hidrogen yang tidak terbakar. Beberapa katai putih tidak memiliki lapisan hidrogen luar ini karena pembakaran termonuklir hidrogen dalam evolusi mereka telah selesai.

Apa yang akan terjadi pada Bumi ketika matahari mati? Menurut teori, kata dia, Bumi mungkin tidak akan ada ketika matahari mati. Matahari perlahan-lahan membesar.

Dalam kurang lebih 5 miliar tahun, matahari akan memasuki fase raksasa merah. Selama fase ini, matahari melakukan transisi dari membakar hidrogen di inti menjadi membakar hidrogen di sekitar inti, yang telah diubah menjadi helium oleh pembakaran hidrogen.

Produksi energi meningkat secara dramatis dan memaksa bintang untuk membesar lebih dari 200 kali untuk mencapai keadaan keseimbangan baru. Pemodelan teoretis dan observasi yang diperkuat dengan penentuan jarak dari pesawat ruang angkasa Gaia menunjukkan bahwa matahari bisa saja menelan Bumi ketika mencapai ukuran maksimumnya.

Berita Terkait

Image

Rekor Baru, Pesawat Parker Solar Probe Bakal Menyentuh Matahari Jelang Natal

Image

Ilmuwan Kini Temukan Penyebab Korona Matahari Miliki Panas yang Luar Biasa

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

the alchemist