Hari Ini, Status Pluto sebagai Planet akan Kembali Didugat
ANTARIKSA -- 18 tahun yang lalu, prahara besar menimpa Pluto dengan pencopotan paksa statusnya sebagai planet. Kini, riak pertentangan kembali menggeliat dengan bersatunya komunitas pendukung Pluto untuk menyerukan status planet kesembilan itu dikembalikan.
Hari ini, Senin, 1 April 2024, layanan gratis live streaming Pluto TV akan mengadakan "sit-in" untuk meninjau kembali perdebatan tentang planet Pluto, sekaligus merayakan ulang tahun ke 10 layanan TV tersebut. Acara yang diberi nama 'Pluto TV's Rally for Pluto. Make Pluto A Planet!' akan berlangsung mulai pukul 11.30 hingga 13.00 Waktu Pasifik di Bruin Plaza, Universitas California, Los Angeles.
Semua orang diundang. Sementara, bagi yang tidak dapat hadir secara langsung, bisa menandatangani petisi di Change.org untuk mendukung keberadaan planet Pluto.
“Bergabunglah dengan warga Pluto dalam aksi unjuk rasa untuk memicu perbincangan seputar status planet Pluto. Sudah 18 tahun sejak Pluto diturunkan pangkatnya dan kami pikir sudah waktunya bagi Pluto untuk menentukan nasibnya sendiri," kata Pluto TV dalam sebuah pernyataan.
Baca Juga: Mengapa Pluto Bukan Planet? Kronologi dan Perdebatan Sengit Para Astronom
Pluto TV telah mengundang pionir Pluto Alan Stern, peneliti utama misi New Horizons NASA yang melakukan penerbangan lintas Pluto pada tahun 2015. Stern akan berbicara atas nama Pluto. Dikonfirmasi oleh Space.com, Stern memastikan acara itu bukan lelucon April Mop. Stern memang dikenal pendukung dikembalikannya status Pluto setelah New Horizons melihat langsung benda yang kini berstatus planet kerdil tersebut.
Pesan video dari astrofisikawan Neil DeGrasse Tyson, Direktur Planetarium Hayden di American Museum of Natural History, yang mendukung penurunan status Pluto, juga akan diputar pada rapat umum selama debat tersebut. Tyson baru-baru ini meluncurkan saluran streaming StarTalk TV di Pluto TV.
Pluto saat ini diklasifikasikan sebagai planet kerdil setelah kehilangan status planetnya pada tahun 2006. Saat itu, Persatuan Astronomi Internasional harus melakukan melakukan pemungutan suara untuk mengambil keputusan tersebut.
Namun, banyak astronom yang tidak berpartisipasi dalam pemilihan tersebut. Pemungutan suara tersebut dilakukan di tengah perdebatan sengit mengenai apa yang disebut sebuah planet. Apakah benda bulat yang memiliki bulan (seperti Pluto yang memiliki lima bulan) sudah cukup untuk memenuhi syarat?
Pada akhirnya, para ilmuwan memilih untuk menurunkan status Pluto menjadi planet kerdil. Hal itu untuk menghindari status planet kerdil lainnya di tata surya kita menjadi planet. Saat itu, status planet kerdil masih dipegang Ceres, asteroid terbesar di sabuk asteroid.
Baca Juga: 10 Hal Menakjubkan tentang Pluto 1, Punya Hati yang Setia
Sejak saat itu, para pendukung dan penentang Pluto sangat vokal mengenai keputusan tersebut. Namun hal tersebut tidak menghentikan pecinta sejati planet Pluto terus memperjuangkan statusnya.
"Jika Anda percaya pada hak Pluto untuk menjadi planet, tandatangani petisi online untuk menunjukkan dukungan Anda," tulis Pluto TV. Sumber: Space.com
