News

Bumi Siaga, Matahari telah Meledakan 3 Kali Suar Kelas X Menjelang Solar Maksimum 2024

Menjelang titik maksimum matahari, garis medan magnet matahari menjadi kusut, menghasilkan lebih banyak bintik matahari, jilatan api matahari, dan lontaran massa koronal. Gambar: NASA/SDO/AIA/LMSAL



ANTARIKSA -- Bintik matahari yang sangat besar dan hiperaktif baru saja mengeluarkan jilatan api matahari kelas X untuk ketiga kalinya dalam dua hari terakhir. Kelas X adalah jenis ledakan matahari paling kuat, dan tidak ada lagi yang di atasnya.

Suar terakhir merupakan yang terbesar dalam siklus matahari saat ini, dan merupakan ledakan matahari paling hebat sejak tahun 2017. Para ilmuwan memprediksi akan terjadi ledakan yang lebih dahsyat yang mengikutinya.

Diketahui, matahari memiliki siklus 11 tahunan yang puncaknya disebut solar atau matahari maksimum. Kebetulan, solar maksimum berikutnya terjadi tahun 2024 ini. Diprediksi puncak aktivitas matahari terjadi hingga akhir tahun ini.

Letusan yang mengguncang matahari tersebut menjadi pertanda kita berada di ambang puncak ledakan siklus matahari. Kemungkinan besar kita akan menyaksikan badai matahari yang lebih hebat dan berpotensi merusak dalam beberapa bulan ke depan.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Baca Juga: Bermanuver di Matahari, Parker Solar Jadi Objek Tercepat yang Pernah Dibuat

Pada tanggal 21 Februari, bintik matahari AR3590 yang beberapa kali lebih lebar dari Bumi,  mengeluarkan dua suar kelas X dalam waktu tujuh jam. Menurut Space.com, ledakan itu masing-masing berkekuatan X 1,8 dan X 1,7.

Pada 22 Februari, bintik matahari yang sama kembali mengeluarkan suar X 6,3, hanya sekitar 23 jam setelah yang pertama. Menurut NASA, ledakan itu lima kali lebih kuat dibandingkan dua suar sebelumnya.

Tak satu pun dari suar tersebut meluncurkan coronal mass ejection (CME), awan plasma bermagnet yang bisa menghantam medan magnet bumi atau magnetosfer. CME adalah pemicu gangguan badai geomagnetik yang menghasilkan aurora yang semarak.

Suar pertama yang dimuntahkan AR3950 adalah badai berkekuatan X 1,8 (dilihat dalam dua panjang gelombang berbeda). Gambar: NASA/ SDO

Melontarkan Radiasi ke Bumi

Walau begitu, ketiganya melontarkan gelombang radiasi ke arah kita, menyebabkan pemadaman radio sementara saat menghantam perisai pelindung planet kita. Ada desas-desus, dua suar pertama juga bertanggung jawab menyebabkan pemadaman jangkauan seluler dari perusahaan penyedia AT&T, Verizon, dan T-Mobile. Namun, para ilmuwan meragukan hubungan tersebut.

Menurut Spaceweather.com, AR3590 memiliki medan magnet yang sangat tidak stabil sehingga menyimpan energi untuk ledakan kelas X. Bintik matahari baru saja muncul di sisi dekat matahari dengan Bumi dan akan mengarah ke kita pada pekan depan. Jika terjadi ledakan yang lebih hebat lagi, bintik tersebut bisa melontarkan CME dalam jumlah besar tepat ke arah kita.

Jika hal itu terjadi, bukan saja aurora yang akan muncul, tetapi juga mengganggu komunikasi, dan infrastruktur di permukaan planet. Lebih parah lagi, ia bisa merontokan satelit yang sedang mengorbit Bumi.

LEDAKAN KELAS X TERAKHIR:

- 2021: 2 Ledakan

- 2022: 7 Ledakan

- 2023: 13 Ledakan

- 2024: 5 Ledakan per Februari

Lidah api matahari menjadi lebih sering dan kuat menjelang matahari maksimum. Sebab, garis medan magnet matahari menjadi kusut dan sering putus sehingga memicu letusan eksplosif.

Setelah tiga suar AR3590 itu, sudah lima suar kelas X yang terjadi pada tahun 2024. Intensitas semburan api ini juga meningkat.

Titik maksimum matahari secara resmi akan tiba pada paruh pertama tahun ini dan akan sama aktifnya dengan titik maksimum sebelumnya. Ini mungkin sudah dimulai, tapi kita tidak akan tahu pasti sampai kita mendekati akhir siklus matahari.

Baca Juga: Pesan dari Mars: Ledakan Bintik Matahari Kini Menghadap ke Bumi

Jika solar maksimum berkembang seperti yang diharapkan, mungkin akan terjadi lebih banyak ledakan kelas X yang lebih dahsyat dalam beberapa tahun ke depan, dalam siklus selanjutnya. Jika mereka meluncurkan CME ke Bumi, mungkin ada konsekuensi serius. Sumber: Live Science

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

- angkasa berdenyut dalam kehendak -