Planet-Planet Paling Ekstrem di Alam Semesta, Sangat Panas Hingga Dipenuhi Berlian
ANTARIKSA -- Alam semesta begitu luas. Ada banyak hal menakjubkan yang ada di alam semesta. Kemajuan alat-alat pun kini membantu mengungkap lebih banyak hal yang ada di alam semesta, termasuk planet-planet yang sangat ekstrem.
Berikut ini adalah planet-planet ekstrem di alam semesta. Apa yang diulas ini bawah ini baru sebagian kecil saja. Di masa depan mungkin akan semakin banyak planet-planet ekstrem yang akan ditemukan.
LHS 3154 b, planet yang lebih besar dibanding bintangnya
LHS 3154 b adalah planet yang sangat aneh. LHS 3154 b memiliki ukuran yang lebih besar dibanding bintangnya.
Terletak sekitar 51 tahun cahaya dari Bumi, LHS 3154 b berukuran 13 kali lebih besar dari Bumi. Planet itu memiliki massa seperti Neptunus, namun mengorbit pada bintang katai kecil, LHS 3154 yang sembilan kali lebih kecil dari massa planet tersebut.
Keberadaan planet LHS 3154 b itu menantang teori para ilmuwan tentang bagaimana planet dan sistem planet terbentuk. Penelitian ini dipublikasikan di jurnal Science pada 30 November 2023.
WASP-107b, planet dengan awan pasir
Planet WASP-107b ditemukan oleh Teleskop Luar Angkasa James Webb. Ilmuwan menemukan uap air, sulfur dioksida, dan awan pasir silikat di atmosfernya planet itu.
Dalam makalah yang diterbitkan di jurnal Nature pada Rabu, 15 November 2023, planet ini merupakan salah satu planet dengan kepadatan terendah yang diketahui para astronom, hingga kadang disamakan dengan komet.
WASP-107b berukuran sama dengan Jupiter, tetapi massanya hanya 12 persen dari Jupiter. WASP-107b terletak sekitar 200 tahun cahaya dari Bumi.
WASP-107b hanya membutuhkan enam hari untuk mengorbit bintangnya yang sedikit lebih dingin dan kurang masif dibandingkan matahari.
55 Cancri e, planet neraka yang penuh berlian
Planet berbatu 55 Cancri e terletak 40 tahun cahaya dari Bumi ini. Planet ini berukuran delapan kali lebih besar dan dua kali lebih lebar dari Bumi.
Planet yang secara resmi bernama Janssen ini sangat panas sehingga memiliki lautan lava cair dengan permukaan yang mencapai 1.982 derajat Celcius. Bagian dalam planet ekstrasurya kemungkinan juga penuh dengan berlian.
55 Cancri e atau 55 Cnc e ini mengorbit bintang induknya Copernicus begitu dekat sehingga planet ini menyelesaikan satu orbit dalam waktu kurang dari satu hari Bumi. Satu tahun bagi planet ini berlangsung sekitar 17,5 jam di Bumi.
Orbitnya yang sangat sempit menjadi alasan mengapa Janssen memiliki suhu yang sangat panas.
HD 149026b, Kecil-kecil tapi panas
Planet HD 149026b ditemukan menggunakan Spitzer. Pada 2005, tim ilmuwan termasuk mengukur suhu planet terpanas yang pernah ditemukan yaitu 2027 Celcius.
Ditemukan pada tahun 2005, HD 149026b beukuran lebih kecil dari Saturnus, menjadikannya planet ekstrasurya terkecil yang ditemukan.
Namun, planet itu diduga memiliki inti 70-90 kali massa seluruh Bumi. HD 149026b memiliki jumlah unsur berat (unsur selain hidrogen dan helium) yang sebanding dengan jumlah unsur berat di seluruh tata surya kita, di luar Matahari.
KELT-9b, Planet panas, lebih Panas Dibanding Bintang
KELT-9b berukuran 2,8 kali lebih besar dari Jupiter. Namun kepadatannya hanya setengah dari Jupiter. Radiasi ekstrim dari bintang induknya, KELT-9, menyebabkan planet KELT-9b mengembang seperti balon.
KELT-9b terkunci pasang surut dengan bintangnya. Artinya sisi planet yang sama selalu menghadap bintang saat mengorbit mengelilinginya. Hal ini membuat satu sisi planet ini selalu terkena sinar matahari. Suhunya mencapai 4.315°C dan membuatnya lebih panas dibandingkan kebanyakan bintang.
