Di Luar Angkasa, Tembakan Anda Bisa Kembali ke Punggung Sendiri
ANTARIKSA -- Senjata sebenarnya bisa dibawa ke luar angkasa, meski tidak sampai ke ruang hampa antargalaksi. Selama beberapa dekade, perlengkapan bertahan hidup standar untuk kosmonot Rusia sudah termasuk senjata.
Senjata kosmonot tersebut bukan sekedar senjata biasa. "Namun jenis senjata mewah serba guna dengan tiga laras dan popor lipat yang berfungsi ganda, sebagai sekop dan berisi parang yang dapat diayunkan,” kata sejarawan luar angkasa James Oberg.
Senjata luar angkasa dikeluarkan jika para kosmonot membutuhkannya saat kembali ke Bumi. Mereka bisa melindungi diri jika pendaratan darurat pesawat ruang angkasa Soyuz terjadi di wilayah berbahaya.
Tapi tetap saja, kosmonot secara teori bisa menembakkan senjatanya sebelum mendarat ke bumi. Jadi bagaimana jika, saat berjalan di luar angkasa, seorang kosmonot menembaki Jupiter?
Baca Juga: Apa yang Terjadi Jika Anda Menembakkan Senjata di Luar Angkasa?
Ia harus merasa bebas untuk menembak dari pinggulnya. Menurut Robert Flack, fisikawan di University College London, medan gravitasi Jupiter yang sangat besar kemungkinan besar akan menyedot peluru meskipun tidak diarahkan dengan baik.
“Jupiter sangat besar, ia akan menarik peluru dan kemudian mengikuti jalur melengkung hingga ke planet tersebut,” kata Flack.
Ketika itu terjadi, maka akan menghasilkan tenaga yang serius. Menurut Schultz, jika peluru ditembakkan langsung ke arah Jupiter, gravitasi planet akan mempercepat amunisi hingga mencapai kecepatan menakjubkan. Peluru akan melaju hampir 60 kilometer per detik pada saat melintasi ambang batas raksasa gas.
Menembak Punggung Sendiri
Menembak seseorang dari belakang adalah tindakan pengecut. "Di luar angkasa, secara teoritis Anda bisa menembak diri sendiri dari belakang," kata Schultz.
Anda bisa melakukannya, misalnya, saat mengorbit mengelilingi sebuah planet. Karena benda yang mengorbit planet sebenarnya selalu jatuh bebas, Anda harus melakukan pengaturan yang tepat.
Baca Juga: Mengapa Luar Angkasa Bersifat Hampa?
Caranya, Anda harus menembak secara horizontal pada ketinggian yang tepat agar peluru dapat mengelilingi planet dan kembali ke tempat awalnya, Anda. Selain itu, harus mempertimbangkan seberapa jauh Anda akan ditendang ke belakang saat menembak.
“Tujuannya harus sempurna,” kata Schultz.
Skenario seperti itu sebenarnya tidaklah absurd. Faktanya, kata Schultz, para ilmuwan pernah merencanakan serangan di luar angkasa untuk menyelidiki efek dari berkecepatan tinggi.
Namun, mengingat semua perhitungan yang terlibat, ilmuwan berpendapat akan lebih mudah melakukan bunuh diri di luar angkasa dengan berdiri di atas salah satu gunung di bulan.
"Menembak diri sendiri dari belakang pada prinsipnya berhasil jika Anda menembakkan peluru ke cakrawala dari puncak gunung bulan, dengan kecepatan sekitar 1.600 meter per detik," kata Matija Cuk, astronom yang bekerja di Universitas Harvard dan Institut SETI.
Menurutnya, cara ini mungkin bisa berhasil selama Anda menyesuaikan bidikan dengan mempertimbangkan gumpalan dan ketidakteraturan bentuk bulan. Sebab, itu akan memengaruhi ketinggian peluru saat bergerak. Sumber: Live Science
