Fakta-Fakta Konstelasi Scorpio, Rasi Bintang Kalajengking yang Terang di Langit Malam, Penyebab 2 Hujan Meteor
ANTARIKSA -- Scorpio adalah sebuah rasi bintang atau konstelasi bintang yang terkenal dengan bentuknya yang khas. Scorpio dan menjadi salah satu dari 13 rasi bintang zodiak.
Rasi bintang ini merupakan salah satu dari rasi bintang tercerah di langit malam. Nama Scorpio sendiri berasal dari bahasa Latin yang berarti kalajengking, atau secara harfiah diterjemahkan sebagai "makhluk dengan sengatan yang menyala."
Di mana letak rasi bintang Skorpio? Anda dapat melihat seluruh atau sebagian dari rasi bintang Scorpio dari belahan Bumi bagian Selatan dan sebagian besar belahan Bumi bagian Tengah Utara antara bulan Mei dan Agustus.
Meskipun terlihat tinggi di langit di tengah Galaksi Bima Sakti di belahan Bumi bagian Selatan, rasi bintang ini berdekatan dengan garis khatulistiwa di tempat-tempat di belahan Bumi bagian Utara yang dapat melihatnya.
Menurut EarthSky, lantaran bentuknya yang tidak biasa dan kecerahannya yang relatif, Skorpio tidak sulit untuk ditemukan. Baik di belahan Bumi mana pun, waktu terbaik untuk melihat rasi bintang ini adalah bulan Juli dan Agustus. Rasi bintang ini berada pada titik tertingginya sekitar pukul 21.00 pada pertengahan Juli.
Berapa banyak bintang yang ada di Skorpio? Scorpio memiliki 18 bintang yang diberi nama. Di sana ada bintang Antares, yang disebut "saingan Mars," sebuah bintang raksasa merah yang dinamai demikian karena warna cerahnya.
Ada pula bintang Shaula dan Lesath, kadang-kadang disebut "Mata Kucing" karena mereka begitu dekat satu sama lain. Rasi bintang ini juga memiliki 14 bintang yang diketahui memiliki planet yang mengorbit di sekitarnya.
Salah satunya, PSR B1620-26 b, dijuluki "Methuselah" karena usia yang sangat tua. Diperkirakan bintang ini berusia 12,2 miliar tahun, plus atau minus satu miliar tahun (untuk perbandingan, usia alam semesta diperkirakan sekitar 13,8 miliar tahun).
Rasi bintang ini juga menjadi rumah bagi planet-planet yang potensial untuk dihuni, termasuk beberapa yang mengorbit bintang kerdil merah Gliese 667C.
Dua hujan meteor
Dua hujan meteor, Alpha Scorpiids dan Omega Scorpiids terkait dengan Scorpio. Hujan meteor itu dinamai demikian karena mereka tampak berasal dari bintang Alpha Scorpii (Antares) dan Omega Scorpii, secara berturut-turut.
Alpha Scorpiids terjadi setiap tahun antara 1 dan 31 Mei, menurut Observatorium Custer. Puncaknya sekitar 16 Mei. Rata-rata, lima meteor dapat terlihat per jam selama puncak hujan meteor ini.
Omega Scorpiids terjadi antara 23 Mei dan 15 Juni, menurut Observatorium Custer. Mereka dibagi menjadi dua hujan — Utara dan Selatan Omega Scorpiids, tergantung dari belahan mana mereka dilihat, dan puncaknya sekitar 2 Juni. Tingkat puncaknya sekitar lima meteor per jam.
Scorpio adalah rumah bagi bintang U Scorpii, sebuah nova berulang dan nova tercepat yang diketahui, yang mengalami letupan atau kilatan kecerahan sekitar setiap sepuluh tahun sekali. Letupan terakhirnya terjadi pada tahun 2022.
