Sains

Dingin di Kosmos! Begini Cara Astronom Menentukan Suhu Ruang Angkasa

Ilustrasi pesawat ruang angkasa Euclid memindai langit. Misi Euclid adalah memburu jejak materi gelap dan energi gelap untuk menjelaskan misteri perluasan kosmik. Gambar: ESA

ANTARIKSA -- Alam semesta memiliki banyak sekali misteri. Salah satu misteri yang mungkin membuat penasaran adalah berapa suhu di ruang angkasa? Bagaimana astronom mengukurnya?

Mencoba untuk menyimpulkan suhu ruang angkasa adalah pertanyaan yang menarik. Sayangnya tidak ada jawaban yang sederhana dan langsung.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Suhu adalah pengukuran energi kinetik partikel materi. Astronom sering merujuk pada 'suhu' suatu wilayah ruang untuk menunjukkan energi kinetik materi di wilayah tersebut.

Secara umum, tidak ada cukup materi di ruang angkasa untuk mentransfer panas (atau kebekuan) ke objek lain. Jadi jika Anda menempatkan objek di ruang angkasa, suhu yang dicapainya tergantung pada seberapa banyak radiasi yang diterimanya dan seberapa baik objek itu dalam menyerap dan memancarkan radiasi tersebut.

Namun, suhunya hanya merupakan ukuran dari keseimbangan panas antara objek dan lingkungannya, dan bukan suhu 'ruang'.

Jadi, suhu apa yang bisa kita ukur di ruang angkasa? Dilansir dari BBC Sky at Night, ruang angkasa itu sendiri tidak terdiri dari materi dan oleh karena itu tidak memiliki suhu.

Ada banyak variasi suhu di seluruh Jagat Raya. Suhu terdingin yang terjadi secara alami di Alam semesta ditemukan di dalam Nebula Boomerang pada tahun 1995.

Awan gas dan debu ini, di rasi bintang Centaurus, dilepaskan oleh sebuah bintang yang mendekati akhir hidupnya. Suhunya, sebagai hasil dari ekspansi lambat awan gas, hanya -272°C.

Suhu terpanas di ruang angkasa kemungkinan besar dihasilkan dalam interaksi katalist yang menciptakan Ledakan Sinar Gamma (GRB). Suhunya mungkin setinggi triliun derajat.

Di antara dua suhu ekstrem ini ada rentang suhu yang sangat besar dan suhu objek secara konstan berubah.

Seberapa dingin sesuatu bisa terjadi?
Fisikawan telah menentukan bahwa ada batas bawah pada skala suhu yang disebut 'nol mutlak'. Suhu ini terjadi pada -273.15°C, atau 0 Kelvin (K).

Tidak peduli seberapa dingin sesuatu, itu tidak pernah bisa mencapai nol mutlak (meskipun bisa mendekati).

Secara ketat, tempat terdingin di alam semesta Raya berada di sebuah laboratorium di Finlandia pada tahun 2000, ketika suhu hanya satu per 100 triliun di atas nol mutlak.

 

Bagaimana dengan suhu keseluruhan atau rata-rata alam semesta? Astronom sering menganggap suhu Latar Belakang Gelombang Mikrokosmik sebagai suhu 'ruang angkasa'. Suhunya 2.735 K (-270.415°C).

Latar Belakang Gelombang Mikrokosmik adalah gambaran cahaya tertua di Jagat Raya. Objek ini dicetak di langit ketika Jagat Raya baru berusia 380.000 tahun dan pertama kali menjadi transparan terhadap cahaya.

Teori Big Bang memprediksi bahwa saat Jagat Raya membesar, suhu ini harus turun, sama seperti gas yang membesar mendingin.

Ini persis apa yang ditemukan astronom dengan menyimpulkan suhu Latar Belakang Gelombang Mikrokosmik pada berbagai jarak di Jagat Raya. Ketika radiasi Latar Belakang Gelombang Mikrokosmik dipancarkan, suhunya mungkin sekitar 3.000 Kelvin.

 

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

the alchemist