5 Alternatif Pengganti Teori Big Bang dan Kenapa Mereka tidak Berhasil

Sains  

Alam Semesta Stabil

Bahkan dengan kesadaran bahwa alam semesta mengembang, banyak astronom masih menolak konsep Big Bang. Pesaing terbesar di awal abad ke-20 adalah teori yang disebut model keadaan tunak, pertama kali diusulkan oleh astronom Fred Hoyle.

Dalam model keadaan tunak, alam semesta selalu mengembang, tetapi selalu ada materi baru yang muncul di kehampaan untuk menggantikannya. Jadi, menurut teori itu, kosmos semakin besar, tetapi kepadatannya tetap sama, sehingga menyelamatkan tema-tema umum dari ide alam semesta abadi. Dengan kata lain, dalam model keadaan tunak, alam semesta itu dinamis, tetapi dalam rentang waktu yang lama, tetap tidak berubah.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Teori keadaan stabil terhenti oleh dua pengamatan utama, quasar dan latar belakang gelombang mikro kosmik (CMB). Quasar adalah sumber emisi radio yang sangat terang yang ditemukan secara eksklusif di alam semesta yang jauh, dan CMB adalah sumber radiasi yang mengelilingi kita di semua sisi.

Dalam gambaran Big Bang, ini mudah untuk dijelaskan, yaitu cahaya berasal dari zaman sebelumnya dalam sejarah kosmik, ketika segala sesuatunya berbeda. Namun dalam model keadaan tunak, alam semesta awal harus terlihat seperti alam semesta modern.

Alam Semesta Listrik

Dengan kondisi mapan teori Big Bang, pesaing lain bangkit untuk menantang, teori alam semesta dikendalikan oleh listrik yang dikemukakan oleh fisikawan pemenang hadiah Nobel, Hannes Alfen. Alfven adalah ahli dalam memahami gaya di dalam gas bermuatan listrik, yang dikenal sebagai plasma, dan ia mengembangkan seluruh cabang fisika yang dikenal sebagai magnetohidrodinamika.

Alfen berpendapat bahwa, karena gaya elektromagnetik jauh lebih kuat daripada gaya gravitasi, apa yang kita amati di alam semesta harus lebih dipahami sebagai konsekuensi dari elektromagnetisme, bukan gravitasi. Ini termasuk evolusi tata surya, kelahiran bintang, dan perluasan alam semesta.

Alfen berpendapat bahwa alam semesta terdiri dari kantong-kantong besar materi dan antimateri, yang terus-menerus bersaing. Gelembung ini mengembang satu sama lain, menghasilkan apa yang kita anggap sebagai perluasan alam semesta, dan di mana mereka bertemu, cahaya gelombang mikro kosmik (CMB) dihasilkan.

Sayangnya bagi Alfven, tidak ada cara bagi alam semesta listrik untuk menandingi semua pengamatan (yang paling penting) hukum Hubble. Untuk galaksi-galaksi terdekat, kecepatan resesinya sebanding dengan jaraknya. Hal itu dijelaskan dengan rapi oleh relativitas umum dan perluasan ruang. Dalam versi Alfen, semua galaksi surut dengan kecepatan yang sama. Maaf, Hannes Alfen.

Materi yang diblender dan menghasilkan dua hal...

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

- angkasa berdenyut dalam kehendak -

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image