Kontroversi Pendaratan Odysseus AS di Bulan: Kaki Patah dan Posisi Terbalik, Masih Hidup?
ANTARIKSA -- Pesawat Odysseus kebanggaan Amerika Serikat (AS) ternyata tidak mendarat mulus di permukaan bulan pada Jumat, 23 Februari, kemarin. Robot milik Intuitive Machines yang membawa misi NASA itu terbalik setelah pendaratannya di bulan, bahkan kakinya dilaporkan patah.
Namun pengendali misi menyatakan pesawat luar angkasa itu tampaknya masih dalam kondisi baik. Ia tetap akan melanjutkan misinya yang singkat. "Odysseus setinggi 4,3 meter, tampaknya dalam posisi menyamping selama pendaratan," kata anggota tim misi.
Namun, pesawat luar angkasa itu masih hidup. “Sejauh ini, kami memiliki cukup banyak kemampuan operasional meskipun kami berada dalam kondisi terpuruk,” kata CEO Intuitive Machines, Steve Altemus dalam konferensi pers hari ini, Sabtu, 23 Februari 2024.
Odysseus diluncurkan pada 15 Februari di atas roket SpaceX Falcon 9, membawa enam instrumen sains NASA dan enam muatan penyewa lainnya menuju bulan. Pendarat tersebut tiba di orbit bulan enam hari kemudian dan mendarat kemarin, sekitar 300 kilometer dari kutub selatan bulan.
Misi itu bersejarah bagi Amerika karena menjadi pendaratan pertama kendaraan Amerika sejak akhir era Apollo pada tahun 1972. Itu juga menjadi pendaratan pertama yang diklaim berhasil oleh pesawat komersial.
Baca Juga: 5 Fakta Pendaratan Pesawat Odysseus di Bulan, Wahana Antariksa Swasta Pertama Swasta di Bulan
Pendaratan Kontroversial Jumat pagi WIB
Saat target waktu pendaratan semakin dekat, petugas Odysseus menyadari bahwa alat pengukur jarak lasernya tidak berfungsi dengan baik. Jadi, mereka mencari solusi cepat untuk mendapatkan data ketinggian dan kecepatan yang diperlukan.
Akhirnya, mereka menggunakan instrumen eksperimental NASA yang termuat di dalam Odysseus. Alat itu disebut NDL atau Navigation Doppler Lidar for Precise Velocity and Range Sensing.
Tim sempat menunda rencana pendaratan selama dua jam untuk melakukan perbaikan. Terutama, mengirimkan patch perangkat lunak ke Odysseus dari kendali misi di Houston. "Misi tujuh hari yang cukup menantang untuk mencapai bulan," kata Altemus.
Intuitive Machines dan NASA melakukan siaran langsung pendaratan tersebut dengan simbolisasi dan euforia ala Amerika. Bisa dimaklumi, karena ambisi mereka untuk menjadi yang pertama di luar angkasa.
Namun, saat pesawat terjun bebas dengan permukaan bulan yang semakin dekat, video Odysseus terputus. Penonton hanya bisa melihat para pengendali misi di ruang kendali perusahaan yang seperti tertekan, cemas, menunggu. Mereka mencoba berkomunikasi dengan pesawat, dan itu diklaim berhasil beberapa menit setelahnya.
Baca Juga: Saksikan, Pesawat Odysseus Sedang Mendarat ke Permukaan Bulan (Video Live)
Banyak penilaian kontroversi yang dilontarkan para penonton pada menit-menit terakhir tersebut. Ad yang haru karena Amerika kembali di bulan, ada juga yang mencemooh karena tidak ada bukti videonya. Paling banyak disorot, kenapa video pendaratannya tiba-tiba mati?
Perusahaan itu menyatakan, sampai hari ini tim masih menganalisis data Odysseus. "Namun cukup jelas bahwa Odysseus tidak mendarat secara vertikal seperti yang diharapkan," kata Altemus dan Tim Crain, salah satu pendiri Intuitive Machines, hari ini.
Data Detik-detik Menapak Bulan
Selama penurunan terakhirnya, Odysseus seharusnya melaju dengan kecepatan sekitar 2 mph (3,2 kph) pada arah vertikal dan 0 mph secara horizontal. "Namun data menunjukkan bahwa ia sebenarnya bergerak dengan kecepatan sekitar 6 mph (10 kph) secara vertikal dan 2 mph (3,2 kph) secara horizontal," kata Altemus.
Secara teori Altemus meraba apa yang terjadi saat itu; Mungkin, saat turun dengan kecepatan yang di luar kecepatan nominal, salah satu kaki pendaratan Odysseus terbentur di celah atau bagian lain dari medan bulan. Akibatnya, roda pendaratannya patah dan terjungkal dengan lembut.
Diperlukan lebih banyak data sebelum tim misi dapat melakukan penilaian penuh. Beberapa informasi yang bisa mengungkap apa yang terjadi berasal dari muatan lain di atas Odysseus: EagleCam.
Kamera itu adalah sebuah sistem yang dibangun oleh mahasiswa di Embry-Riddle Aeronautical University yang seharusnya digunakan Odysseus saat turun dan memotret pendaratan dari permukaan bulan. Tim misi mengeklaim tidak menggunakan EagleCam selama pendaratan karena kesulitan navigasi.
Kamera itu masih ada di pesawat ruang angkasa, tetapi tim berencana segera menggunakannya untuk mengambil gambar pemandangan bulan. Seperti biasa, tidak digunakan di masa-masa kritis yang menentukan!
"Seperti EagleCam, instrumen Odysseus lainnya dan subsistem penting tampaknya (tetap) berfungsi," kata Altemus.
Menurut dia, matahari telah menyinari panel surya pesawat dan mengisi baterainya hingga 100 persen. "Itu luar biasa.”
Baca Juga: Mendarat di Bulan Hari Ini, Pesawat Odysseus Kirim Foto Pertama di Orbit Bulan
Data menunjukkan Odysseus turun 1 hingga 2 km dari target pendaratannya. Lokasi tepat pendaratan akan diketahui pesawat antariksa NASA, Lunar Reconnaissance Orbiter melacaknya dari atas orbit akhir pekan ini.
Tim misi akan mengumpulkan, dan mengirimkan data sebanyak mungkin dari tempat Odysseus di bulan. Namun pesawat itu tidak dirancang untuk bertahan terhadap dinginnya malam di bulan. Artinya, kalau pesawat itu belum rusak, dia hanya punya 9 hari untuk melakukan misinya.
“Kami tahu di lokasi pendaratan ini, matahari akan segera terbenam, dalam waktu sekitar sembilan hari,” kata Crain. Untuk diketahui, satu siang bulan sama dengan 14 hari bumi. Begitu juga satu malamnya. Sumber: Space.com
