Video, Terbang Melintasi Labirin Malam yang Menakjubkan di Mars
ANTARIKSA -- Sebuah video baru yang mendebarkan membawa kita ikut terbang melintasi Labyrinth of Night (Labirin Malam) yang sangat besar di Mars. Itu adalah sebuah sistem lembah yang sangat curam dan panjang seukuran Italia.
Lembah-lembah yang bersilangan di Noctis Labyrinthus, yang dalam bahasa Latin berarti Labirin Malam, lebarnya mencapai 30 kilometer dengan kedalamannya 6 km. Dalam video yang dirilis Badan Antariksa Eropa (ESA), kita juga bisa melihat kawah, puing-puing besar tanah longsor, dan bukit pasir akibat hembusan pasir.
Video tersebut juga menunjukkan fitur geologi aneh yang disebut grabens, yang merupakan tanda lempeng tektonik. "Stretch mark (guratan) ini adalah bagian kerak Mars yang tertekan dan retak akibat aktivitas gunung berapi," kata pejabat ESA dalam sebuah pernyataan.
Video simulasi tersebut dibuat menggunakan data dari satelit Mars Express Eropa, yang tiba di Planet Merah pada Desember 2003 dan terus mengambil foto sejak saat itu. Misi itu memberikan kontribusi besar terhadap pengetahuan kita tentang geologi dan atmosfer Mars.
Baca Juga: Dari Bunga Hingga Sosok Berjubah Menengadah, 15 Objek Mars Ini Mengejutkan Dunia
Mars Express juga mengambil foto-foto fantastis untuk menginspirasi pecinta luar angkasa dari segala usia. Gambar-gambarnya dapat menunjukkan fitur sekecil 10 meter di permukaan Mars. Bahkan, tim misi baru-baru ini mengumpulkan gambar mosaik baru yang mencakup seluruh permukaan Mars untuk merayakan ulang tahun ke-20 pesawat luar angkasa tersebut.
Video:
Baik mosaik maupun video Labyrinth of Night yang baru dibuat dengan gambar dari Kamera Stereo Resolusi Tinggi milik Mars Express. Selain mengambil gambar penuh warna, ia juga memetakan permukaan dalam 3D, memberikan kedalaman topografi yang ditampilkan dalam video.
Bumi memiliki lempeng tektonik, sehingga juga memiliki pegangan seperti yang terlihat di video. Kita dapat menemukannya di Taman Nasional Canyonlands atau menjelajahinya di Death Valley, yang juga merupakan sebuah graben besar. Sumber: Live Science
