NASA Siapkan Opsi Kedua Pesawat Artemis Bulan, Bagaimana Nasib Starship SpaceX?

Bisnis  
NASA akan memilih perusahaan kedua untuk mengembangkan pendarat bulan berawak di samping kontrak Sistem Pendaratan Manusia yang ada untuk SpaceX's Starship. Kredit: SpaceX
NASA akan memilih perusahaan kedua untuk mengembangkan pendarat bulan berawak di samping kontrak Sistem Pendaratan Manusia yang ada untuk SpaceX's Starship. Kredit: SpaceX

ANTARIKSA — NASA mengumumkan akan membuka kontrak baru untuk pengembangan pendarat kedua untuk mengangkut astronot ke dan dari permukaan bulan. Pengembangan pesawat antariksa itu bertujuan memberikan persaingan kepada SpaceX untuk fase program Artemis NASA.

Untuk diketahui, NASA telah mengontrak SpaceX untuk jenis pesawat pendaratan manusia ke bulan melalui program Sistem Pendaratan Manusia (HLS). Karena itu, SpaceX tengah mengembangkan pesawat antariksa Starship yang memenangkan kontrak itu.

NASA mengaku akan segera memulai lelang untuk pengembangan pesawat yang disebut Sustaining Lunar Development. Sistem ini terpisah dari HLS yang telah dimenangkan SpaceX pada April 2021.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Penawaran harga ini akan mencakup sistem pendaratan demonstrasi tanpa awak dan selanjutnya pendaratan berawak. Itu sama persis seperti kontrak HLS Option A kepada SpaceX.

Pembuatan Sustaining Lunar Development bertujuan memastikan ada dua perusahaan yang dapat bersaing untuk kontrak misi pendaratan Artemis. Ini memberikan kompetisi yang lebih ketat yang akan dilaporkan NASA ke Kongres setelah sebelumnya hanya memberikan satu pilihan, yaitu Opsi A yang dikerjakan SpaceX. Untuk diketahui, Kongres pada awal bulan lalu seperti meragukan keberlanjutan program Artemis, terutama terkait waktu peluncuran.

“Pengumuman hari ini adalah apa yang saya katakan kepada Kongres. Saya menjanjikan kompetisi, jadi ini dia,” kata Administrator NASA, Bill Nelson pada Rabu, 23 Maret 2022.

Menurut dia, ada satu perbedaan pada upaya Sustaining Lunar Development, yaitu pesawat pendarat harus dirancang untuk kinerja yang lebih baik daripada yang dipesan di HLS. Itu termasuk kemampuan mengangkut lebih banyak astronot dan kargo ke permukaan bulan dan mendukung masa tinggal mereka yang lebih lama.

Pejabat NASA, bagaimanapun, tidak memberikan perubahan spesifik dalam persyaratan lelang. Namun, SpaceX tidak diperbolehkan ikut bersaing untuk kontrak Sustaining Lunar Development. NASA mengatakan, pihaknya berencana membuat ketentuan tambahan dalam pengembangan HLS-nya, yang disebut Opsi B. Rencana ini akan mendanai pengembangan tambahan pada pendarat Starship SpaceX yang disesuaikan agar mampu bersaing dengan persyaratan baru untuk Sustaining Lunar Development.

Pejabat NASA mengatakan, keputusan untuk mengadakan kompetisi kedua bukan karena mereka kurang percaya pada SpaceX dalam pengembangan HLS-nya. “Kami masih menargetkan 2025 untuk pendaratan itu. SpaceX terus membuat kemajuan yang baik menuju misi itu,” kata administrator asosiasi untuk pengembangan sistem eksplorasi NASA, Jim Free.

“Tetapi di luar Artemis 3, kami ingin meningkatkan persaingan yang sehat dan memajukan kemampuan (eksplorasi) bulan kami untuk mendukung lebih banyak ilmu pengetahuan, lebih banyak eksplorasi, dan pasar yang baru.”

Manajer Program HLS NASA, Lisa Watson-Morgan mengatakan, Sustaining Lunar Development akan dijalankan sebagai bagian dari keseluruhan program HLS. Dia mengatakan, akan ada beberapa jalur dalam program HLS saat ini, yaitu pekerjaan Opsi A SpaceX saat ini, pekerjaan Opsi B yang baru, dan proyek Sustaining Lunar Development.

Watson-Morgan mengatakan, NASA akan merilis draft request for proposals (RFP) untuk proyek baru pada akhir Maret. RFP final akan keluar pada musim semi, dengan tujuan membuat kontrak awal untuk tahun depan.

Nelson menolak merinci anggaran untuk Sustaining Lunar Development. Gedung Putih diperkirakan akan merilis proposal anggaran tahun fiskal 2023 paling cepat pada 28 Maret yang akan mencakup rincian keuangan untuk upaya tersebut.

Pendarat kedua itu kemungkinan jauh lebih mahal daripada biaya 2,9 miliar dolar AS untuk kontrak HLS Option A kepada SpaceX. Dalam kompetisi untuk Option A, tim yang dipimpin oleh Blue Origin menawarkan harga 6 miliar dolar AS, sementara proposal ketiga oleh Dynetics menawar lebih banyak lagi. Itu adalah untuk pendarat Opsi A yang disebut kurang mampu sehingga membutuhkan Sustaining Lunar Development dan Opsi B.

“Banyak orang mengatakan kepada kami, 'Kami telah belajar banyak dan kami pikir tawaran kami kali ini bisa lebih baik,'” kata Free.

Sumber: Space News

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

- angkasa berdenyut dalam kehendak -

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image