Bangun Pengganti ISS, Sierra Space Gandeng Mitsubishi Heavy Industries

Bisnis  
Ilustrasi stasiun antariksa komersial Orbital Reef. Sierra Space dan MHI akan mempelajari teknologi potensial perusahaan Jepang itu untuk mendukung pengembangan Orbital Reef. Kredit: Sierra Space
Ilustrasi stasiun antariksa komersial Orbital Reef. Sierra Space dan MHI akan mempelajari teknologi potensial perusahaan Jepang itu untuk mendukung pengembangan Orbital Reef. Kredit: Sierra Space

ANTARIKSA — Sierra Space dan Mitsubishi Heavy Industries (MHI) telah menandatangani perjanjian kolaborasi teknologi guna mendukung rencana stasiun luar angkasa komersial. Stasiun antariksa swasta ini akan menggantikan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) milik AS.

Kedua perusahaan pada Kamis, 17 Maret, mengumumkan nota kesepahaman mengenai kolaborasi pada berbagai teknologi yang dapat digunakan untuk Orbital Reef. Nama terkahir adalah stasiun antariksa komersial yang pertama kali diumumkan Oktober 2021. Sierra Space adalah salah satu mitra utama dalam konsorsium pembangunan Orbital Reef.

Kedua perusahaan tidak merinci teknologi apa yang akan mereka pertimbangkan untuk Orbital Reef dalam perjanjian itu. MHI memang memiliki pengalaman yang luas dalam operasi Stasiun Luar Angkasa Internasional. Mereka adalah produsen modul laboratorium Kibo, yang dipasang di ISS pada tahun 2008. MHI juga membangun pesawat ruang angkasa kargo HTV dan kendaraan peluncuran H-2 yang meluncurkan pesawat antariksa tersebut ke stasiun.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Wakil presiden dan manajer umum senior sistem antariksa MHI, Tomoe Nishigaya mengatakan, MHI sangat bersemangat untuk berkolaborasi dengan Sierra Space dalam menggunakan teknologi dan pengalaman yang diperoleh selama bertahun-tahun. Apalagi, teknologi itu berkontribusi pada pengembangan Orbital Reef.

“Kami menantikan kolaborasi lebih lanjut dengan Sierra Space tentang bagaimana teknologi, produk, dan layanan MHI dapat memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna dan pelanggan stasiun luar angkasa,” kata dia.

Peran Sierra Space di Orbital Reef termasuk menyediakan modul tiup yang disebut Large Integrated Flexible Environment (LIFE) Habitat. Pasawat antariksa Dream Chaser yang sedang mereka kembangkan juga akan mengangkut kargo dan awak ke dan dari stasiun.

Sebelumnya, sebuah konsorsium yang dipimpin oleh Blue Origin mengumumkan pembangunan Orbital Reef pada Oktober lalu. Selain Blue Origin dan Sierra Space, Boeing akan menyediakan modul sains, kendaraan awak komersial CST-100 Starliner, dan dukungan untuk operasi stasiun. Sementara Redwire Space akan menangani penelitian dan manufaktur gayaberat mikro, operasi muatan, serta struktur yang dapat digunakan.

Konsorsium itu memenangkan 130 juta dolar AS dari program Tujuan Orbit Bumi Komersial NASA pada Desember 2021 untuk mendukung pekerjaan desain di stasiun. Itu adalah salah satu dari tiga penghargaan yang dibuat NASA untuk merangsang pengembangan stasiun ruang angkasa komersial yang akan menggantikan ISS pada akhir 2030.

“Kami bangga meresmikan hubungan jangka panjang dengan MHI dan berharap dapat memanfaatkan keahlian teknologinya yang cukup besar, seiring kami terus membangun Orbital Reef dan transportasi ruang angkasa generasi berikutnya,” kata,l Chief Executive Orbital Reef, Tom Vice dalam sebuah penyataan.

Kerja sama dengan MHI adalah perjanjian kedua yang diumumkan Sierra Space dengan perusahaan Jepang. Sierra Space pada 26 Februari lalu juga mengumumkan kesepakatan dengan Kanematsu Corporation dan Prefektur Oita untuk penggunaan Bandara Oita di Jepang sebagai tempat pendaratan pesawat antariksa Dream Chaser.

Sumber: Space News

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

- angkasa berdenyut dalam kehendak -

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image