Jenderal AS Terpana dengan Operasi Starlink di Wilayah Perang Ukraina

Pertahanan  
Jenderal James Dickinson, Komandan Komando Luar Angkasa AS berbicara dalam sidang Komite Angkatan Bersenjata Senat, Selasa, 8 Maret 2022. Gambar: Streaming langsung SASC
Jenderal James Dickinson, Komandan Komando Luar Angkasa AS berbicara dalam sidang Komite Angkatan Bersenjata Senat, Selasa, 8 Maret 2022. Gambar: Streaming langsung SASC

ANTARIKSA — Komando Luar Angkasa AS seperti mendapat angin segar untuk propaganda pengembangan pertahanan antariksa mereka, setelah internet Starlink SpaceX beroperasi di Ukraina. Komandan Komando Luar Angkasa AS, Jenderal James Dickinson mengaku terkesan dengan kemampuan SpaceX di bagian Ukraina yang dilanda perang.

“Apa yang kami lihat dengan Elon Musk dan kemampuan Starlink benar-benar menunjukkan kepada kami apa yang dapat diberikan oleh megakonstelasi atau arsitektur yang berkembang biak dalam hal redundansi dan kemampuan,”

kata dia dalam rapat dengar pendapat Komite Angkatan Bersenjata Senat AS pada Selasa, 8 Maret 2022.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Komentar Dickinson itu untuk menanggapi pertanyaan dari Senator Tim Kaine, yang mencatat bahwa kemampuan Starlink menyampaikan komunikasi dari luar angkasa melalui Ukraina adalah berita positif. Menurut Kaine, itu adalah contoh dari aktor swasta di luar angkasa yang memasuki lingkungan yang diperebutkan.

“Rusia telah mencoba mengganggu sinyal dan memblokir jangkauan, dan itu membuat saya bertanya-tanya,” kata Kaine. Dia bertanya kepada Dickinson apakah ada kerangka hukum untuk perusahaan ruang angkasa komersial AS yang terlibat dalam situasi yang diperebutkan.

"Kami memang melihat itu, senator," kata Dickinson. “Kami bekerja sangat erat di jaringan integrasi komersial kita untuk masalah itu.”

Jaringan integrasi komersial atau CIC, adalah sekelompok 10 operator satelit komersial yang bekerja berdampingan dengan Komando Luar Angkasa AS di Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg, California. Komando Strategis AS awalnya menciptakan CIC untuk berbagi intelijen tentang ancaman di ruang angkasa dan masalah lain yang menjadi perhatian, mengingat ketergantungan militer pada layanan ruang angkasa komersial.

CIC mencakup Intelsat, SES Government Solutions, Inmarsat, Eutelsat, Maxar, Viasat, XTAR, SpaceX, Iridium Communications, dan Hughes Network Systems. Starlink, dengan hampir 2.000 satelit di orbit rendah Bumi, sejauh ini merupakan konstelasi satelit komersial terbesar di dunia.

SpaceX memiliki izin untuk meluncurkan 12.000 satelit dan sedang mengajukan persetujuan untuk menyebarkan lebih dari 30.000 satelit. Namun, pengajuan itu ditentang oleh NASA karena satelit itu akan membanjiri orbit sehingga mengganggu misi sains.

Pada Senin, 7 Maret, Presiden SpaceX, Gwynne Shotwell mengungkapkan, perusahaannya telah bekerja 1,5 bulan untuk mendapatkan persetujuan layanan Starlink di Ukraina. Namun, setelah ada serangan dari Rusia, pemerintah Ukraina sendiri yang meminta layanan Starlink kepada Elon Musk. Permintaan itu dianggap sebagai izin Starlink beroperasi di wilayah itu.

Sumber: Space News

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

- angkasa berdenyut dalam kehendak -

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image