Soyuz Rusia Angkut Astronot Amerika dari Stasiun Luar Angkasa

News  
Kapsul Soyuz MS-19 beberapa detik sebelum mendarat di Kazakhstan, mengembalikan seorang astronot NASA dan dua kosmonot Roscosmos. Kredit: NASA TV
Kapsul Soyuz MS-19 beberapa detik sebelum mendarat di Kazakhstan, mengembalikan seorang astronot NASA dan dua kosmonot Roscosmos. Kredit: NASA TV

ANTARIKSA — Sebuah pesawat ruang angkasa Soyuz yang membawa seorang astronot Amerika dan dua kosmonot Rusia mendarat di Kazakhstan pada Rabu, 30 Maret 2022. Itu adalah akhir dari sebuah misi biasa di waktu yang luar biasa.

Momen luar biasa karena peristiwa itu terjadi saat ketegangan antar Rusia dan AS meningkat terkait perang di Ukraina. Sebelumnya, warga AS cemas astronotnya tidak bisa kembali ke Bumi jika ditinggalkan oleh pesawat antariksa Rusia itu.

Pesawat antariksa Soyuz MS-19 mendarat di zona pendaratan yang ditentukan di Kazakhstan pada pukul 07.28 EST atau 7.28 WIB, melewati empat jam perjalanan setelah lepas landas dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Pendaratan berjalan sesuai rencana.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

"Kami merasa baik-baik saja," kata Komandan Soyuz, Anton Shkaplerov, sesaat setelah Soyuz mendarat.

Soyuz mengembalikan Shkaplerov, yang terbang ke stasiun antariksa dengan pesawat ruang angkasa Soyuz hampir enam bulan lalu. Bersamanya ada Pyotr Dubrov dari Roscosmos dan astronot NASAx Mark Vande Hei. Dubrov dan Vande Hei menghabiskan 355 hari di luar angkasa, setelah diluncurkan April lalu dengan pesawat ruang angkasa Soyuz MS-18 ke stasiun.

Vande Hei mencetak rekor Amerika untuk penerbangan luar angkasa tunggal terlama, melampaui rekor 340 hari yang dibuat oleh Scott Kelly selama misi ke ISS pada 2015-2016.

Pendaratan itu seperti misi sebelumnya ke ISS, tetapi tidak seperti penerbangan sebelumnya.

Kampanye militer Rusia yang sedang berlangsung di Ukraina telah membuat hubungan yang tegang dengan Barat, hampir mencapai titik putus. Hal itu termasuk penghentian sebagian besar kegiatan ruang angkasa sipil dan komersial kecuali ISS.

NASA telah menekankan, kegiatan di ISS sebagian besar tidak terpengaruh oleh serangan Rusia ke Ukraina. “Demi keselamatan astronot kami, hubungan kerja antara NASA dan mitra internasional kami berlanjut, dan itu termasuk hubungan profesional antara kosmonot dan astronot kami,” kata Administrator NASA, Bill Nelson dalam pidato 'State of NASA' pada Senin, 28 Maret di Pusat Antariksa Kennedy.

Itu termasuk upacara pergantian komando di ISS pada Selasa, 29 Maret ketika Shkaplerov secara resmi menyerahkan komando stasiun kepada astronot NASA, Thomas Marshburn. “Orang-orang memiliki masalah di Bumi. Di orbit, kami adalah satu kru,” katanya dalam bahasa Inggris saat upacara singkat. “Saya pikir ISS seperti simbol persahabatan dan kerja sama dan simbol masa depan penjelajahan luar angkasa.”

Sumber: Space News

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

- angkasa berdenyut dalam kehendak -

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image