Misi Artemis NASA, Astrolab Rilis Desain Kendaraan Astronot di Bulan

Bisnis  
Astrolab menguji prototipe rover FLEX-nya yang dikatakan siap untuk mendukung misi pendaratan bulan Artemis NASA yang pertama. Kredit: Astrolab
Astrolab menguji prototipe rover FLEX-nya yang dikatakan siap untuk mendukung misi pendaratan bulan Artemis NASA yang pertama. Kredit: Astrolab

ANTARIKSA — Sebuah perusahaan rintisan di California, Venturi Astrolab telah mengembangkan dan menguji prototipe robot penjelajah bulan. Prototipe ini akan ditawarkan kepada NASA untuk digunakan pada misi Artemis di masa depan. Untuk diketahui, NASA akan mendaratkan astronot ke permukaan bulan pada 2025 atau 2026.

Astrolab merilis pada Kamis, 10 Maret 2022, sebuah rover yang disebut Flexible Logistics and Exploration, atau FLEX, yang dimaksudkan sebagai kendaraan untuk membawa kargo atau astronot. Penjelajah ini dirancang mampu menampung hingga 1.500 kilogram kargo, ditempatkan di atas atau di bawah dek utama, dan dapat dikemudikan dari jarak jauh atau oleh dua astronot di dalamnya.

Pendiri sekaligus kepala eksekutif Astrolab, Jaret Matthews mengatakan, perusahaannya menciptakan FLEX untuk eksplorasi bulan dalam waktu dekat. Sebab, kedua pendarat berawak seperti SpaceX's Starship dan pendarat robot untuk program Layanan Payload Lunar Komersial NASA akan mengirimkan kargo dalam jumlah besar.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

“FLEX benar-benar mewakili bagaimana Anda bisa mendekati permukaan dalam konteks itu,” katanya. “Kami menjadikan FLEX sebagai rover paling serbaguna yang pernah dibuat, dan inovasi utamanya adalah fakta bahwa kami memiliki kemampuan muatan modular ini."

Ia membandingkan FLEX dengan penjelajah sebelumnya, seperti yang dikembangkan untuk misi robot Mars, yang disesuaikan untuk misi spesifik mereka. Matthews bekerja pada beberapa program penjelajah Mars di Jet Propulsion Laboratory di awal karirnya. Ia juga mengerjakan konsep untuk penjelajah bulan yang disebut ATHLETE selama program eksplorasi bulan Constellation.

“Itu adalah pendekatan yang masuk akal dalam lingkungan di mana Anda memiliki penekanan ekstrim pada efisiensi massa,” katanya tentang desain sebelumnya. “Tetapi di era yang akan datang dengan kemampuan pendarat yang lebih banyak, apa yang kami lakukan lebih memikirkan skala ekonomi yang mungkin Anda capai jika Anda memikirkan kembali pendekatan itu.”

FLEX lebih dari sebuah konsep. Perusahaan membangun prototipe rover berukuran penuh dan baru-baru ini mengujinya di dekat Death Valley, California. Mereka mensimulasikan kegunaan rover untuk berbagai kegiatan yang diharapkan untuk pangkalan bulan di masa depan. Di antaranya, menyiapkan panel surya, mampu menavigasi medan, baik dengan orang-orang yang mengemudikannya atau melalui teleoperasi.

Astrolab menguji bagaimana FLEX dapat digunakan untuk mendukung operasi di pangkalan bulan, seperti menyiapkan panel surya, selama tes baru-baru ini di dekat Death Valley. Kredit: Astrolab
Astrolab menguji bagaimana FLEX dapat digunakan untuk mendukung operasi di pangkalan bulan, seperti menyiapkan panel surya, selama tes baru-baru ini di dekat Death Valley. Kredit: Astrolab

Di antara mereka yang mengendarai FLEX dalam tes tersebut adalah mantan astronot Chris Hadfield. Menurut dia, FLEX memiliki nilai mobilitas untuk eksplorasi dan penyelesaian bulan jangka panjang di masa depan.

“Tidak hanya menyenangkan mengendarai FLEX, tetapi juga melihat ukurannya, kemampuannya, dan mendapatkan pemahaman intuitif tentang apa yang dapat dilakukan rover ini,” katanya. Hadfield termasuk sebagai kepala robotika di kantor astronot NASA.

Matthews mengatakan, Hadfield dan yang lainnya memberikan umpan balik yang sangat berharga tentang prototipe FLEX. Mereka juga menyarakan beberapa perubahan pada kontrol rover. “Tujuannya adalah membangun prototipe dengan cepat, sehingga kami dapat mulai belajar dan siap segera setelah muncul kesempatan pertama untuk pergi ke bulan,” katanya.

Peluang pertama itu kemungkinan adalah proyek Lunar Terrain Vehicle (LTV) NASA untuk mengembangkan penjelajah bulan untuk pendaratan Artemis ke depan. NASA telah mengeluarkan dua permintaan untuk mencari masukan industri tentang persyaratan kendaraan yang terbaru pada Agustus 2021.

Kepala ilmuwan eksplorasi di Markas Besar NASA, Jacob Bleacher berharap agensi akan mengeluarkan permintaan proposal LTV dalam beberapa bulan ke depan. Matthews mengatakan, Astrolab telah mengembangkan kendaraannya dengan mempertimbangkan kompetisi LTV. Itu termasuk merancang rover untuk memenuhi persyaratan NASA. Di antaranya, kemampuan untuk beroperasi selama delapan jam berjalan di bulan, dapat bekerja di kutub selatan bulan, dan bertahan pada sisi malam bulan yang dingin, serta yang paling penting dapat beroperasi selama 10 tahun.

Astrolab kemungkinan akan memiliki pesaing besar untuk kontrak LTV. Raksasa teknologi, Lockheed Martin telah mengumumkan pada Mei 2021 soal kemitraannya dengan General Motors untuk merancang penjelajah bulan. Hanya saja, saat itu mereka mengatakan konsepnya masih dalam tahap awal. Selain itu, ada Northrop Grumman yang mengumumkan pada November 2021 bahwa mereka bekerja dengan beberapa perusahaan dalam desain penjelajah bulan, tetapi juga belum memberikan beberapa detail teknis.

Sebaliknya, Astrolab, yang berbasis di Hawthorne, California, adalah perusahaan beranggotakan 15 orang yang didirikan dua tahun lalu setelah Matthews meninggalkan SpaceX. Dia menolak menyebutkan berapa banyak uang yang dikumpulkan perusahaan, tetapi memiliki kemitraan strategis dengan Venturi Group, pengembang kendaraan listrik.

Kedua perusahaan tersebut berkolaborasi dalam teknologi seperti baterai dan ban. Matthews optimis Astrolab dapat menyiapkan FLEX dengan cepat karena pendekatan perusahaan terhadap pengembangan berulang yang cepat, yang dia gambarkan sebagai 'desain, bangun, hancurkan, ulangi'.

Dalam rencananya, NASA belum mengungkapkan untuk memiliki LTV di bulan, sampai setidaknya pada misi Artemis 5. Ini adalah misi pendaratan kedua astronot di bulan setidaknya sebelum 2030. Namun, Matthews berpikir mungkin saja FLEX dikirim ke bulan sebelum pendaratan Artemis 3, yaitu sekitar tahun 2025.

“Saya ingin FLEX menjadi penjelajah pertama yang dikendarai astronot setelah era Apollo,” katanya. “Kami bergerak secepat yang kami bisa dan saya pikir kami akan siap pada kesempatan pertama.”

Sumber: Space News

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

- angkasa berdenyut dalam kehendak -

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image