Pesawat Solar Orbiter Masuk Ekor Komet Leonard Saat Menuju Matahari

Teknologi  
Komet Leonard pada titik terdekat dengan Bumi, 12 Desember 2021. Gambar: Christian Gloor/CC BY 2.0
Komet Leonard pada titik terdekat dengan Bumi, 12 Desember 2021. Gambar: Christian Gloor/CC BY 2.0

ANTARIKSA — Saat Komet Leonard mengucapkan selamat tinggal pada Bumi dan terbang melewati Venus, sebuah pesawat ruang angkasa yang sedang menuju matahari terbang melalui ekor panjang komet. Menurut para ilmuwan, kejadian itu adalah bonus yang cukup menarik, mengingat kejadian itu tak direncanakan.

"Ilmu tambahan semacam ini selalu menjadi bagian yang menarik dari misi luar angkasa," kata Daniel Müller, ilmuwan proyek ESA untuk Solar Orbiter seperti dikutip Space.com, Jumat, 28 Januari 2022.

Dikenal sebagai Komet C/2021 A1, Leonard adalah pengunjung paling spektakuler bagi para pengamat langit pada tahun 2021. Objek tersebut cukup menonjol, terutama pada hari-hari menjelang titik terdekatnya ke Bumi pada 12 Desember 2021. Dan secara kebetulan, misi Solar Orbiter milik Badan Antariksa Eropa (ESA) terbang melalui ekor komet.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Pesawat ruang angkasa itu mengumpulkan data komet sampai sekitar tanggal 17 Desember. Pada saat itu, Komet Leonard sedang bergerak menjauh dari Bumi menuju matahari. Pada 3 Januari, komet mencapai titik terdekatnya dengan matahari.

Sementara Solar Orbiter baru saja menyelesaikan terbang lintas Bumi pada 27 November dan akan menuju ke matahari. Menurut ESA, walaupun inti komet berada di dekat Venus dan berjarak 44,5 juta kilometer dari Solar Orbiter, ekor komet membentang melewati orbit Bumi.

Peta tata surya menunjukkan di mana Komet Leonard berada ketika mendekati Bumi pada 12 Desember 2021. Gambar: NASA
Peta tata surya menunjukkan di mana Komet Leonard berada ketika mendekati Bumi pada 12 Desember 2021. Gambar: NASA

Samuel Grant, seorang mahasiswa pascasarjana di University College London mengaku menyadari Solar Orbiter terbang melalui ekor komet setelah program komputer menggabungkan lintasan pesawat ruang angkasa, orbit komet, dan angin matahari membentuk ekor ion komet. Angin matahari adalah aliran konstan partikel bermuatan yang keluar dari matahari dan melintasi tata surya.

Meskipun Solar Orbiter dirancang untuk mempelajari matahari, pesawat itu membawa beberapa instrumen yang mampu mengumpulkan data tentang ekor Komet Leonard selama dia menyeberang. Misalnya, rangkaian instrumen Solar Wind Analyzer pesawat yang mendeteksi ion dan senyawa yang dimiliki komet, termasuk ion oksigen dan karbon dioksida. Selain itu, magnetometer pesawat mendeteksi tanda-tanda gangguan magnetik yang mungkin disebabkan oleh interaksi komet dengan medan magnet matahari.

Tentu saja, Solar Orbiter juga mengambil beberapa foto. Secara khusus, pesawat ruang angkasa mengumpulkan gambar ultraviolet yang membantu para ilmuwan mempelajari air di komet. Kemudian, gambar cahaya yang dapat merinci lebih lanjut aktivitas debu komet.

Meskipun Solar Orbiter adalah satu-satunya misi yang secara langsung melintasi ekor Komet Leonard, banyak pesawat ruang angkasa lain di tata surya bagian dalam yang juga mempelajari komet tersebut. Termasuk pesawat ruang angkasa STEREO-A, Parker Solar Probe NASA, serta misi gabungan NASA/ESA, yaitu SOHO.

Daniel Müller mengatakan, Solar Orbiter juga pernah melewati ekor Komet ATLAS pada tahun 2020, tak lama setelah dia diluncurkan dari bumi. Namun, ketika Komet ATLAS melintas, pihaknya masih dalam proses mengkalibrasi pesawat dan berbagai instrumennya.

"Tetapi dengan Komet Leonard kami benar-benar siap dan komet itu tidak hancur berantakan," kata Daniel Müller.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

- angkasa berdenyut dalam kehendak -

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image